Menyambut Tahun Baru

Minggu, 28 Desember 2008 | |


Sesuai dengan kodratnya yang telah digariskan oleh Allah SWT, waktu akan terus berjalan tanpa pernah berhenti. Pagi pasti akan berganti menjadi siang. Siang akan berganti menjadi sore. Sore menjadi malam. Dan begitulah seterusnya. Itulah siklus alam yang sudah menjadi kewajaran. Tahun pun juga akan terus berganti. Kebetulan momentnya saat ini tepat, yaitu bertepatan dengan 2 tahun baru, yaitu tahun baru Hijriyah dan tahun baru Masehi.

Setiap pergantian tahun, terutama pergantian tahun masehi, banyak orang bersuka ria merayakannya. Ada yang begadang sampai tengah malam hanya untuk menunggu moment pergantian tahun. Ada yang meniup terompet keras-keras pada tengah malam pergantian baru. Ada yang nonton bareng bersama teman-teman, dan masih banyak lagi.

Satu hal yang menjadi pertanyaan, pantaskah hal itu kita lakukan? Apalah gunanya kita begadang semalaman dan meniup terompet pada malam tahun baru. Coba kita lihat, membeli terompet yang hanya kita gunakan sekali saja, tentu memboroskan uang. Kemudian begadang, menurut Rhoma Irama begadang kan tidak baik bagi diri kita.

Pergantian tahun merupakan tanda-tanda bahwa umur kita semakin berkurang. Berputarnya waktu menjadikan pertanda bahwa kita semakin dekat dengan kematian. Seharusnya moment pergantian tahun ini kita jadikan sebagai sebuah moment penting untuk merenungi perbuatan kita selama satu tahun kemarin. Kemudian hasil perenungan itu kita jadikan sebagai bahan untuk menjadikan diri kita lebih baik lagi di tahun yang akan kita jelang. Jangan pernah mempunyai pikiran untuk membuat perbuatan kita menjadi lebih buruk di tahun yang akan kita jelang.

0 komentar:

Posting Komentar